RSS

CAMPCRAFT and EXPEDITION BACKPACKING SKILLS

02 Jan

CAMPCRAFT and EXPEDITION BACKPACKING SKILLS

PENDAHULUAN

Alam dan lingkungannya senantiasa akrab dengan kita, udara, air, tanah, tumbuhan, hewan, gunung dapat kita rasakan keberadaannya dalam kehidupan sehari-hari. Dan kini semakin banyak orang yang ingin tahu lebih jauh tentang alam dan isinya, mereka ungkapkan melalui kegiatan di alam terbuka.

Berkegiatan  di  alam  terbuka  selain  memberi  rasa  segar  karena  adanya hutan-hutan  di  tempat-tempat  tersebut  yang  terpelihara,  juga  menambah pengalaman-pengalaman baru.

Motivasi  dari  berekreasi  di  alam  terbuka  memang  bermacam-macam, manusia mempunyai kebutuhan psikologis seperti kebutuhan lainnya; kebutuhan akan pengalaman baru, kebutuhan untuk berprestasi, dan kebutuhan untuk diakui oleh masyarakat dan bangsanya, berkemah dan mendaki gunung adalah salah satu sarana untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan itu.

Lebih jauh lagi mengembangkan dirinya dan kegiatannya untuk mencoba menyelidiki dan mempelajari kehidupan yang ada di alam, seperti tumbuhan dan satwa serta gejala alam (air terjun, gua, danau) yang ada di alam terbuka. Alam  yang  dapat  memberikan  nilai  dan  arti  bukan  hanya  bagi  kelompoknya sendiri  tapi  juga  kebaikan  bersama,  ini  sangat  diharapkan  dalam  rangka memelihara lingkungan hidup.

Salah satu masalah yang akan timbul pada saat kita melakukan kegiatan di alam terbuka khususnya berkemah, adalah rusaknya lingkungan hidup tempat kita melakukan aktivitas, orang yang tidak mengerti dan memahami tata cara beraktivitas  di  alam terbuka  berpotensi besar merusak  lingkungan hidup  yang tak dapat diperbaiki.

Hal penting yang harus diperhatikan adalah semakin tinggi dataran yang ditempuh  maka  lapisan  tanah  yang  subur  semakin  tipis,  hal  tersebut  rentan terhadap kerusakan struktur tanah. Timbunan sampah, saluran drainase, lapisan tanah  gembur  yang  digali,  api,  itu  semua  dapat  menyebabkan  perusakan lingkungan hidup yang tidak dapat diperbaiki dalam jangka waktu kurang dari sepuluh tahun bahkan lebih. Pengelolaan tapak perkemahan yang tidak tertata dengan baik menimbulkan polusi, hal ini mengakibatkan   80% dari konservasi air pada ceruk-ceruk digunung rusak.

Setiap  individu  yang  melakukan  kegiatan  di  alam  terbuka  khususnya berkemah   bertanggung   jawab   melestarikan   lingkungan   hidup   dimana   ia beraktivitas, hal tersebut penting untuk dimengerti, dipahami dan dilakukan oleh setiap individu yang melakukan aktivitas di alam terbuka.


Kegiatan di Alam Terbuka

Dalam  kegiatan  di  alam  terbuka  pada  dasarnya  ada  dua  faktor  yang mempengaruhi  berhasil  atau  tidak  suatu  kegiatan  di  alam  terbuka.  Faktor pertama sifatnya intern (dari dalam), artinya datang dari diri kita sendiri. Kalau faktor intern tidak dipersiapkan dengan baik, maka kita terancam oleh bahaya subyek,  persiapan yang  kurang  akan  mendatangkan  bahaya  bagi  diri  kita sendiri.

Faktor kedua ialah ekstern (dari luar), yaitu datangnya dari luar diri kita, bahwa  faktor  yang  mengancam  dari  luar  ini  datangnya  dari  obyek  kegiatan . sehingga secara  teknis  disebut  bahaya  obyek.  Bahaya  ini  bisa  berupa  badai, hujan,  udara  dingin,  kabut,  longsoran,  hutan  lebat  dan  sebagainya.  Faktor ekstern ini masih bisa diperhitungkan meskipun tidak semudah memperhitungkan faktor intern.

Kecelakaan yang terjadi umumnya disebabkan oleh faktor intern, karena persiapan yang kurang. Persiapan ini berupa persiapan fisik, perlengkapan dan perbekalan, pengetahuan, keterampilan dan mental.

Dengan    demikian    bahwa    kegiatan    di    alam    terbuka    memerlukan pengetahuan  yang  memadai,  sehingga  para  pelakunya  dapat  berkegiatan dengan aman, nyaman, terukur dan mendapatkan nilai tambah serta diharapkan selalu menjaga dan memelihara kelestarian lingkungan hidup.

Pengetahuan mengenai Campcraft and Expedition Backpacking Skills merupakan salah satu bekal pokok untuk berkegiatan dialam terbuka, dimana dalam pembahasannya meliputi topik-topik sebagai berikut :

1.   Personal Clothing and Equipment
2.   Load Packing and Carrying
3.   Tent and Shelter Construction
4.   Pitching Tents
5.   Food and Cooking
6.   Stoves and Fire
7.   Warmth and Comfort
8.   Leave – No – Trace

PERSONAL CLOTHING AND EQUIPMENT

Personal  Clothing  and  Equipment,  yang  dimaksud  adalah  pakaian  dan peralatan untuk dipergunakan dalam berkegiatan di Alam Terbuka, dari rambut sampai  ujung  kaki  yang  dapat  dipergunakan  untuk  melindungi  tubuh  dari pengaruh  alam.  Yang  tentunya  harus  disesuaikan  dengan  jenis  kegiatan  dan lokasi  yang  akan  didatangi.  Contoh,  apabila  kita  akan  melakukan  kegiatan  di daerah  pegunungan  pakaian  dan  peralatan  yang  dipergunakan  akan  berbeda dengan pakaian dan peralatan yang dipergunakan di daerah pantai.

Perlengkapan  untuk  kegiatan  di  Alam  Terbuka  memang  khusus,  karena perlengkapan  itu  berfungsi  sebagai  pelindung,  keselamatan,  keamanan,  dan kenyamanan kita sendiri. Alam Terbuka merupakan lingkungan yang asing bagi organ tubuh kita yang sudah terbiasa hidup di daerah yang lebih rendah dan terlindung dari faktor ekstern.

Beberapa  hal  terutama  harus  diperhitungkan  dan  diperhatikan  dalam perencanaan perlengkapan untuk suatu kegiatan di Alam Terbuka yakni :

a.   Kondisi  setiap  bagian  dari  medan,  antara  titik  awal  sampai  akhir perjalanan.   Harus   diperhatikan   kondisi   setiap   bagian   dari   medan perjalanan, artinya kondisi apa saja yang akan ditempuh dan ada pada setiap  bagian  dari  perjalanan.  Misalnya  :  akan  melalui  sungai,  tebing, gunung, pantai, rimba, dll.
Dengan    memperhatikan    kondisi    setiap    bagian    tadi    kita    dapat memperhitungkan perlengkapan apa saja yang kita bawa.

b.   Maksud dan tujuan perjalanan, apa saja macam kegiatan yang mungkin ada dan atau yang akan dilakukan pada setiap bagian dari perjalanan. Maksud dan tujuan perjalanan harus dengan jelas ditetapkan, maka kita dapat  dengan  tepat  menentukan  perlengkapan  dan  peralatan  yang harus dipersiapkan dan dibawa pada pelaksanaannya.

c.    Klasifikasikan  kegiatan  kedalam  kegiatan  yang  bersifat  umum  dan khusus,  perhatikan  pula  sifat  perjalanannya  atau  setiap  bagian  dari perjalanan.

d.   Perhitungkan  waktu  yang  digunakan  sejak  awal  perjalanan  sampai akhir. Perhitungan  dan perencanaan  waktu yang digunakan sejak awal sampai akhir kegiatan, mutlak harus  diperhatikan. Dari hal tersebut kita dapat  membuat  perencanaan  jumlah dan  macam perlengkapan  yang kita butuhkan.

e.   Perhitungkan  keinginan-keinginan  atau  hal-hal  yang  bersifat  khusus.
Misalkan kita tidak bisa tidur kalau tidak minum cuka, atau tidak makan bakso  tidak  kuat  jalan  kaki,  maka  tentu  kita  akan  membawa  barang-barang tadi dalam perlengkapan kita.

f.    Perhitungkan kemampuan kita untuk membawa berbagai perlengkapan itu.  Dari  perhitungan  di  atas,  kita  akan  dapat  merencanakan  untuk membawa perlengkapan apa saja yang mungkin menunjang tujuan kita agar   tercapai,   tetapi   masih  mungkin  dibawa   untuk   kita   sebagai pembawa beban.

Dengan    telah    diketahuinya    apa    yang    harus    diperhatikan    dan diperhitungkan  maka  dalam  topik  pembahasan  bagian  ini,  kita  akan  berlanjut membahas hal-hal sebagai berikut :

1.  PAKAIAN

Pakaian  yang  dipergunakan  untuk  melakukan  aktivitas  di  alam  terbuka harus  memenuhi  persyaratan  sebagai  berikut  ;  tidak  mudah  beradaptasi dengan cuaca, mudah kering, menjaga suhu tubuh, meloloskan uap air keluar, tidak mengganggu pergerakan tubuh dan nyaman dipakai.

Sangat    berguna    bagi    kita    untuk mengetahui  fungsi,  kegunaan  dan  bahan pakaian dalam memilih pakaian yang akan dipergunakan  dalam  berkegiatan,  bagian yang   terpenting   dalam   memilih   bahan pakaian  adalah  bahan  yang  dipergunakan harus mudah kering, mengapa demikian ? karena air atau keringat akan diserap oleh pakaian  bagian  dalam,  hal  ini  akan  dapat menurunkan  kualitas  penahanan  dingin.  Suhu  tubuh  bersentuhan  langsung dengan  pakaian  yang  lembab,  dapat  secara  cepat  menurunkan  panas  tubuh. Bahan katun tidak dapat melakukan hal tersebut, oleh karena itu sangat penting mendapatkan bahan yang dapat menahan air tetapi dapat meloloskan uap air, seperti bahan Gore Tex.

Fungsi dari pakaian seperti sweaters, kemeja, rompi dan lain-lain adalah untuk menjaga suhu tubuh. Untuk menjaga agar suhu tubuh tetap stabil pada cuaca  dingin  sangat  dianjurkan  untuk  menggunakan  beberapa  lapis  pakaian. Bahan alami yang terbaik adalah terbuat dari benang wool, nylon dan bahan- bahan textile lainnya buatan pabrik yang mempunyai kelebihan mudah kering. Bahan   cotton   tidak   disarankan   untuk   dipergunakan   pada   cuaca   musim dingin/penghujan.

Kesimpulannya beberapa lapis pakaian lebih baik dari pada satu atau dua lapis   pakaian   dalam   cuaca   yang   dingin,   pada   intinya   kita   harus   dapat mempersiapkan  pakaian  yang  akan  dipergunakan  untuk  menghadapi  cuaca  di lokasi tempat berkegiatan, sebagai contoh apabila kita akan melakukan kegiatan
di daerah pegunungan pakaian yang dipergunakan harus dapat melindungi dari hujan,  angin,   menghangatkan   tubuh  (tahan   cuaca   dingin)   dan   menutupi sebagian besar tubuh. Jenis pakaian untuk keperluan tersebut antara lain adalah sebagai berikut ;

a.   Topi
Alat  penutup  kepala  yang  sesuai  dengan  keadaan  medan  atau  lokasi kegiatan seperti topi pantai untuk meredam terik matahari ukurannya minimal selebar  bahu  si  pemakai,  Topi  rimba  untuk  perlindungan  dari  hujan,  panas, pakailah  topi  rimba  yang  tidak  terlalu  lebar  supaya  tidak  mudah  tersangkut dengan  perdu.

Untuk warna topi disarankan memakai topi yang berwarna  terang  karena  warna  terang  mempunyai fungsi reflektor cahaya yang lebih baik dibandingkan dengan  topi  berwarna  gelap.  tidak  terlalu  lebar supaya   tidak   mudah   tersangkut   dengan   perdu. Untuk  warna  topi  disarankan  memakai  topi  yang berwarna  terang  karena  warna  terang  mempunyai fungsi reflektor cahaya yang lebih baik dibandingkan dengan topi berwarna gelap.

b.    Kupluk
Kerap  kali  tidak  disadari  bahwa  1/3  panas  tubuh  menguap melalui kepala kita. Penggunaan “kupluk” ataupun topi ski yang ditarik sampai menutupi telinga   sangat membantu untuk mempertahankan panas tubuh kita.

c.    Jacket atau Sweater
Sebaiknya pilih dan pergunakan jacket yang tahan air   untuk   daerah   dingin   atau   basah,   sedangkan sweater  sebaiknya  pergunakan sweater  yang    cukup hangat dan cepat kering, bahan dari wool cukup ideal.

d.   Rain coat (Jas Hujan)
Dari   bahan   yang   waterproof   100%,   sangat longgar dan mempunyai cukup ventilasi dan menutup seluruh tubuh kecuali muka.
Raincoat  berresletting  lebih  disarankan  karena mudah  untuk  dipakai  dan  dilepaskan,  seperti  apabila kita  memakai  sepatu  boot  celana  raincoat  yang  kita pakai mudah untuk dilepas.

e.    Sarung Tangan
Dalam cuaca dingin sarung tangan sangat  membantu  menjaga panas tubuh dan melindungi tangan. Sarung  tangan  kulit  harus  dirawat dengan  mempergunakan  lilin  (semir) walaupun demikian sangat sulit dalam mempertahankan sarung tangan tetap kering.

f.    Kaus kaki
Kegunaan  pokok  ialah  untuk  melindungi  kaki  dari gesekan   langsung   dengan   kulit   sepatu   yang   dapat menimbulkan  lecet,  menyerap  keringat  dan  menjaga kaki tetap hangat pada daerah yang sangat dingin.
Sebaiknya gunakan kaus kaki dari bahan katun atau katun campur wool atau bahan sintetis lainnya, sesuaikan  ukuran  ketebalan  dan  panjang  kaus  kaki dengan keperluannya,  usahakan kita tetap menggunakan  kaus  kaki  yang  kering,  oleh  karena  itu sesuaikan jumlah kaus kaki yang kering dengan aktivitas yang akan kita lakukan.

2.   SEPATU

Hal pertama yang harus diketahui tidak ada satupun sepatu yang ideal, itu semua bergantung kepada medan yang akan ditempuh dan orang yang akan memakainya.  Sudah  barang  tentu  kita  menginginkan  jenis  sepatu  yang  dapat dipergunakan untuk berbagai kondisi dan keadaan, sayangnya hal tersebut tidak dapat terpenuhi contohnya sepatu yang dipergunakan pada cuaca yang dingin tidak cocok dipergunakan pada cuaca yang panas atau sepatu memanjat tidak bisa  dipakai  untuk  mendaki  gunung,  yang  harus  diperhatikan  dalam  memilih sepatu  adalah  kuat  sesuai  dengan  bentuk  dan  ukuran  kaki  serta  mempunyai daya  guna  yang  sesuai  dengan  maksud  atau  bentuk  aktivitas  yang  akan dilakukan.

Sepatu yang ideal harus dapat melindungi engkel, jempol dan tumit kaki serta    sejauh    mungkin    menguntungkan    pemakai.    Kalau    kita    memiliki kecenderungan  mudah  keseleo  atau  terkilir,  maka  gunakanlah  sepatu  semata kaki  (high  top).  Dengan  model  sepatu  ini  pergelangan  kaki  mendapatkan perlidungan  sekitar  30  persen  lebih  baik  dibandingkan  dengan  dengan  model sepatu  di  bawah  pergelangan  kaki,  menurut  penelitian  ada  tenggang  waktu sebelum sendi  benar-benar  terkilir  setelah  salah  gerak  terjadi, sebelum  gejala menjalar  hingga  ke  otot  tungkai,  sanggahan  dari  sepatu  high  top  dapat membantu.

Fungsi  lidah  sepatu  adalah  untuk  menahan  air  yang  masuk  kedalam sepatu  dengan  demikian  pilihlah  sepatu  yang  mempunyai  lidah  tersambung dengan  bodynya.  Sol  sepatu  harus  mempunyai  ketebalan  yang  cukup  untuk melindungi dari batuan tajam, sol sepatu yang  terbuat  dari  bahan  karet  adalah pilihan terbaik, bahan dari pvc bukanlah pilihan terbaik karena sangat licin apabila dipergunakan      pada        batuan    basah. Kelenturan    sol    sepatu    adalah pertimbangan   yang   harus   diutamakan dalam  pemilihan  sepatu,  pada  akhirnya pemilihan   sepatu   bergantung   kepada kegiatan,  kebutuhan,  selera  dan  daya beli.

Sebagai contoh sepatu yang dapat dipergunakan untuk kegiatan hiking di daerah pegunungan harus mempunyai persyaratan sebagai berikut ; sol sepatu lentur  dan  dapat  memperkecil  kemungkinan  terpeleset  pada  tanah  basah, ringan, bahan kulit lentur.

3.  EQUIPMENT (Peralatan)

Bahasan  peralatan  disini  lebih  dititik  beratkan  kepada  peralatan  yang menjadi   beban   perorangan   dalam   melakukan   kegiatan   di   alam   terbuka khususnya   kegiatan   berkemah,   peralatan   utama   perorangan   yang   harus dibawa/dimiliki secara garis besar adalah sebagai berikut :

a.   Peta dan kompas
Peta dan Kompas digunakan untuk kegiatan navigasi, sebaiknya peta yang digunakan adalah peta  topografi    berskala  1  :  50.000  atau  1  :  25.000   sedangkan   untuk   kompas,   sebaiknya pergunakan    jenis    kompas    bidik    ataupun Kompas orienteering.

b.   Makanan dan Minuman
Sebagai  sumber  energi  untuk  memenuhi  kebutuhan  kondisi  ideal  tubuh dalam berkegiatan di Alam Terbuka, maka  dalam pembahasan khusus Food & Cooking akan dapat kita ketahui bagaimana mengatur komposisi makanan dan kalori yang diperlukan.

c.    Pakaian
Untuk melindungi tubuh dari kondisi/cuaca sekitarnya, sehingga memberikan rasa nyaman bagi kita.

d.   Pisau lipat
Biasa di sebut pisau saku sebaiknya pisau lipat yang multi fungsi, praktis, efisien, anti karat dan dapat diberi gantungan, selain  untuk  memotong  minimal  memiliki  fungsi  membuka kaleng dan membuka botol.

e.    Kotak P3K
Ini diperlukan pada setiap kegiatan alam terbuka, untuk mempermudah penanganan pertama pada kecelakaan/ keadaan darurat.

f.    Obat-obatan pribadi

Obat-obatan yang sifatnya untuk keperluan pribadi yang harus dibawa bagi personil yang mempunyai penyakit khusus dan yang tahu hanya dirinya sendiri.

g.   Korek api tahan air
Untuk  menyalakan  api  atau  keperluan  lainnya,  hendaknya  yang  mudah dalam menggunakan dan tahan lama, simpanlah korek api selalu di tempat yang tidak tembus air seperti tabung sisa film atau pada kantong plastik.

h.   Lampu senter
Sebagai  penerangan  dimalam  hari,  minimal menggunakan    2    baterry    dengan    dilengkapi bateray  dan  lampu  cadangan,  memiliki  tombol “on dan Off” serta dapat diberi gantungan.

i.    Pemicu Api
Diperlukan untuk memenuhi kebutuhan akan api. Hal tersebut dapat diawali dengan penggunaan pemantik api sebagai sumber api.

j.    Alat berteduh
Untuk  memberikan  perlindungan  dari  faktor-faktor  alam  seperti  hujan, panas dan angin, jenisnya bisa tenda atau fly sheet.

k.    Kaca Mata
Jelas  bukan  untuk  bergaya,  kacamata  hitam perlu  untuk  proteksi dari  sinar  ultra  violet,  cukup membawa    satu    dengan    bentuk    dan    ukuran standar.

Disamping  peralatan  dasar  perorangan  tersebut  di  atas  ada  beberapa peralatan  penunjang  yang  tak  kalah  pentingnya    seperti  ;  arloji,  golok/pisau tebas, survival kit, alat jahit, alat makan dan minum, alat mandi dan cuci, lilin, dan  lain-lain.  Alat-alat  penunjang  ini  disesuaikan  dengan  jenis  dan  lokasi kegiatan yang akan dilakukan.

LOAD PACKING & CARRYING

Bagaimana memilih perlengkapan yang perlu, yang kurang dan yang tidak perlu  adalah  suatu  hal  sulit.  Adalah  bijaksana  mengetahui  bagaimana  cara memilah perlengkapan/alat yang diperlukan, karena ransel yang di pak dengan baik  akan  nyaman  untuk  dibawa.   Sebagai  “Golden Rule”  (  Ketentuan  yang harus diikuti) adalah Beban maksimum yang boleh dibawa adalah satu per tiga dari berat tubuh. Yang perlu diperhatikan adalah berat beban tersebut akan bertambah bila kena air.

1.  RANSEL

Hal   ransel   ini   sangat   penting   dan menarik,    perlengkapan        kita    untuk    suatu kegiatan     perjalanan    haruslah    selengkap mungkin tetapi juga harus sepraktis mungkin serta   relatif   ringan.   Istilahnya   “maximum utility minimum weight”. Dan semuanya itu harus masuk ke dalam ransel kita.

Ransel  dibuat  dalam  beberapa  bentuk dan ukuran.   Tidak penting apakah kita akan memilih  ransel  berframe  atau  tanpa  frame yang terpenting adalah :
1.  Ransel  harus  kuat  membawa  beban  dengan  aman  dan  berdaya  tahan tinggi artinya ransel tersebut harus terbuat dari bahan yang tidak mudah sobek, jahitan tidak mudah putus dan waterproof.
2.  Ransel  hendaknya  ringan  artinya  tidak menambah beban si pembawa
3.  Harus  terdapat  bantalan  yang  empuk pada bagian punggung
4.  Ransel    hendaknya    Comfortable
maksudnya  memberikan  rasa  nyaman bagi  si  pemakai,  ransel  yang  berguna untuk membawa beban yang besar dan berat  di  perlukan  frame  agar  beban yang  ada  dapat  dibagi  merata  demi keseimbangan  tubuh,  Sangat  disarankan memilih ransel yang memiliki Sabuk pinggang yang cukup lebar, empuk dan fit sebagai penahan atau pengikat pada tubuh sehingga memudahkan kita melepas ransel dari tubuh .
5.  Tidak mengganggu gerak tubuh kita.
6.  Simpan  Barang  yang  sekiranya  diperlukan  segera  perjalanan,  di  tempat yang  mudah  terjangkau  pada  bagian  atas  ransel  atau  kantong-kantong luar.
7.  Volumenya harus memadai untuk beban/perlengkapan yang akan kita bawa.
8.  Designnya  harus  sesuai  dengan  medan yang  akan  kita  tempuh,  jangan sampai bentuk dan komponen-komponen ransel malahan mengganggu kebebasan gerak si pembawa pada medan-medan tertentu.

Karena  ransel  dibuat  dalam  beberapa  bentuk  dan  ukuran,  maka  kita harus dapat memilih kebutuhan ransel yang disesuaikan dengan jumlah beban bawaan  dan ukuran  tubuh kita,  pastikan dalam  memilih  ransel sesuai  dengan kebutuhannya serta selera kita.

2.    CARA PENGEPAKAN

Nyaman, efisien dan fit secara langsung ditentukan oleh disain ransel kita, juga bagaimana cara kita menyusun barang-barang kita di dalamnya (packing).

Yang menjadi dasar adalah keseimbangan. Bagaimana kita menata beban sedemikian  rupa  sehingga  kaki  tetap  bekerja  secara  efisien.  Pada  umumnya ransel-ransel seperti yang digunakan tentara (type knapsack)   menempatkan beban (bobot beban) lebih rendah dan jauh dari punggung si pembawa. Ransel yang mempunyai frame (pack board) meletakkan bobot beban lebih tinggi dan lebih  dekat  ke  punggung  si  pembawanya.  Kontruksinya  framenya  sedemikian rupa sehingga bobot beban itu juga terbagi ke sekitar panggul (hips) dengan pemakaian semacam  ikat  pinggang  yang  melekat  pada  frame. Karena  tulah sampai batas-batas tertentu frame ini membuat posisi tubuh lebih menyenangkan sewaktu berjalan mengendong beban,  frame  ransel  ada  yang diluar dan yang didalam.

Kebanyakan ransel-ransel dirancang untuk membawa beban yang ringan untuk suatu perjalanan yang tidak terlalu lama, walaupun ada juga ransel-ransel frame umumnya  masih nyaman untuk beban seberat + 15 – 18 kg. sekali lagi desain ransel tidak banyak membantu bila kita salah menyusun di dalamnya.

Pengetahuan tentang pengepakan merupakan teknik untuk mempertahankan kenyamanan dan keselamatan selama melakukan kegiatan di alam terbuka.

Cara pengepakan terbaik adalah sebagai berikut :

1    Susun   barang   yang   ringan,   seperti pakaian, makanan kering, sleeping bag dan  sebagainya  tempatkan  di  bagian bawah,  yang  sedang  ditengah    dan yang  lebih  berat  diatas  dan  sedekat mungkin    ke    badan    kita.    Sehingga distribusi  berat  akan  bertumpu  pada pundak bukan pinggang.
2    Simpan    barang    yang    empuk    pada bagian   punggung   untuk   memberikan kenyamanan pada punggung kita.
3    Simpan    barang-barang    yang    akan segera   dipakai   pada   kantong   ransel bagian luar serta mudah dijangkau oleh tangan, sedapat mungkin dengan tidak membuka  ransel  atau  melepaskannya, sebagai   contoh   peralatan   P3K   kita
simpan  dalam  kantong  yang  terletak  dibagian  samping  ransel,  dengan demikian  apabila  terjadi  hal-hal  yang  memerlukan  peralatan  tersebut  kita mudah mengeluarkannya.
4    Pisahkan   makanan   dengan   barang   yang   berbau   tajam   hal   ini   perlu diperhatikan karena  dikhawatirkan  makanan  akan  terkontaminasi bau  yang tidak menguntungkan.
5    Walaupun anda membeli ransel yang kedap air, disarankan melapisi ransel bagian  dalam  dengan  plastik  besar  sesuai  dengan  ukuran  ransel.  Hal  ini menghindari  barang  bawaan  basah  terkena  air,  terutama  pakaian  dan perlengkapan untuk tidur.
6    Cara  yang  cukup  efektif  menahan  resapan  air  disamping  ransel  dilapisi dengan  plastik,  setiap  barang  dipak  dimasukkan  kedalam  suatu  wadah/ tempat yang terbuat dari bahan kedap air.

Sebagai  contoh  pakaian  dimasukkan  kedalam  kantong  plastik  yang ukuran  dan  ketebalannya  disesuaikan  dengan  jumlah  pakaian  yang kita bawa.

Untuk  pengepakan  barang  perhatikan  kenyamanan  dan  keseimbangan sehingga distribusi beban yang dibawa dalam ransel bertumpu di pundak (lihat gambar), kalau  masih  ada  ruang  yang  kosong  isilah  dengan  perlengkapan pribadi lainnya.

Cara menggunakan ransel

FOOD & COOKING

1.  FOOD (Bahan makanan)
Dalam  melakukan  aktivitas  di  alam  terbuka  memerlukan  energi  yang cukup  besar,  untuk  keperluan  diatas  diperlukan  bahan  makanan  dan  cara memasak yang mudah, efektif dan efisien, tidak terlalu banyak memerlukan air serta  mengandung  kalori  yang  sesuai  derngan  kebutuhan  aktivitan  di Alam Terbuka.

Makanan yang kita santap akan menghasilkan energi untuk dipergunakan selama   kita   melakukan   kegiatan,   membawa   beban   barang   dan   untuk mempertahankan suhu tubuh tetap hangat dan sehat.

Biasanya  didalam  kegiatan  Alam  Terbuka  kita  memerlukan  kurang  lebih 4000  kalori  per  hari  per  orang,  sajian  makanan  dapat  disesuaikan  dengan selera tanpa mengurangi nilai kalorinya.

Makanan  siap  pakai  (instant)  merupakan  pilihan  pertama  untuk  dibawa sebagai  bekal,  banyak  keuntungan  dalam  makanan  yang  siap  pakai,  yaitu ringkas  serta  cepat  saji  sehingga  menghemat  waktu  dan  bahan  bakar,  ini penting karena tentunya kita tidak mau membawa ekstra bahan makanan dan membuang waktu hanya untuk memasak. Lagi pula dewasa ini tidak kesulitan untuk  memperoleh  bahan  makanan  siap  saji  di  toko-toko,  seperti  kornet, sarden, mie instant dan lain-lain.

Untuk  makan  pagi  harus  diusahakan  terdiri  dari  makanan  yang  mudah dimasak dan hangat, ini didasarkan atas pertimbangan bahwa perjalanan atau kegiatan,  dimulai  sepagi  mungkin  sehingga  waktu  yang  ada  tidak  terbuang karena  menunggu  makanan  matang.  Untuk  makan  siang,  sebaiknya  tidak mengeluarkan  makanan  yang  harus  dimasak  terlebih  dahulu,  karena  akan memakan  waktu,  meskipun  demikian,  makanan  tersebut  harus  mengandung hidrat arang yang cukup, misalnya coklat, biskuit atau roti. Malam hari adalah saat bagi kita menyalurkan hobi memasak sepuas-puasnya, karena waktu yang tersedia memang cukup banyak.

Beberapa persyaratan makanan yang dikonsumsi adalah sebagai berikut :
a. Cukup mengandung kalori dan mempunyai komposisi gizi yang memadai, mudah didapatkan dan tidak asing dilidah.
b. Kemasan    tidak    mudah    rusak,    tahan    lama    dan    mudah    dalam pengepakannya
c. Mudah menyajikannya (siap saji), tidak banyak mempergunakan air.
d. Bahan makanan sebaiknya dipak untuk kebutuhan setiap kali makan.
e. Untuk  dapat  memenuhi  persyaratan  diatas  dapat  dilakukan  langkah- langkah sebagai berikut :
1) Membuat  perkiraan  mengenai  medan,  jarak  tempuh  dan  lamanya beraktivitas per hari.
2) Menyusun   daftar   bahan   makanan   dan   dikelompokkan   menurut komposisi  dominan  seperti  Hidrat  Arang  (HA),  Lemak  (LE),  Protein (PR). Hitung masing-masing kalori totalnya setelah siap dimakan.
3) Pengaturan  komposisi  makanan  menurut  pertimbangan,  sebagai berikut :
–  Total kalori per hari dari menu siap dimakan tidak boleh kurang dari kalori standard yang dibutuhkan 4000 kalori.
–  Perbandingan kandungan HA : LE : PR = 6 : 3 : 1
–  Perbandingan HA meningkat pada makan pagi & siang (pada saat sebelum berkerja)
–  Harga   kalori   sebenarnya   dapat   dihitung   dari   berat   bahan makanan dibagi dengan jumlah kalori yang dikandungnya setelah siap dimakan.
–  Perhitungan  kebutuhan  vitamin  dan  mineral  dilakukan  terakhir, bila ternyata kurang vitamin, kita dapat mengkonsumsi makanan tambahan berupa vitamin atau mineral dalam bentuk obat maupun makanan.

Total Kalori tiap bahan makanan dan minuman per 100g :

NamaBarang Total Kalori Hdr.Arang

(/g)

Lemak

(/g)

Protein

(/g)

Coklat blok Biscuit CerealGula pasir Gula merah NasiGula Kelapa

Madu

Keju Susu Margarine Mentega susu Minyak ikan

Telur asin bebek

Sarden Dendeng Sapi Kornet

472 kalori458 kalori292 kalori

364 kalori

368 kalori

178 kalori

386 kalori

294 kalori

326 kalori

720 kalori

725 kalori

902 kalori

195 kalori

338 kalori

324.75 kalori

241 kalori

62.7075.1051.15

94.00

95.00

40.60

76.00

79.50

13.10

0.40

1.40

0.00

1.40

1.00

0.00

0.00

29.8014.40

5.55

0.00

0.00

0.10

10.00

0.00

20.30

81.00

84.60

100.00

13.60

27.00

6.75

25.00

2.006.9010.65

0.00

0.00

6.70

3.00

0.30

22.80

0.60

0.50

0.00

13.60

21.10

41.25

16.00

2.  MENU EKSPEDISI
Dalam  ekspedisi  tak  semua  jenis  makanan  itu  berguna.  Ada  beberapa pertimbangan dalam menyusun menu ekspedisi. Jumlah kalori yang dibutuhkan, selera, berat  dan  pengemasan,  harga  dan  pengadaan,  kemudahan  memasak/ menyiapkan. Mana yang harus dipentingkan mana yang dikalahkan? Tergantung ekspedisinya, jenis medan, lokasi, dana, dan sebagainya. Tak ada satu rumus yang  jitu  untuk  segala  macam  tuntutan.  Menyusun  menu  lebih  dekat  ke  seni ketimbang ilmu pasti.

a.   Kebutuhan Tenaga

1)   Metabolisme Dasar (minimal untuk bernafas dan sirkulasi darah) Sekitar  1  kalori/jam/kg  berat  badan,  atau  + 1.100  kalori/hari  bagi orang yang berat badannya 45 kg. (istilah kalori disini = kalori besar, yaitu  satuan  yang  dipakai  dalam  hal  makanan.  Kalori  kecil  =  1/1000 kalori besar = energi yang dibutuhkan untuk menaikan suhu 1 gram air sebesar 10 C).
Besar metabolisme dasar tergantung tinggi badan, usia, jenis kelamin, ras,  ketinggian  daerah  tempat  hidup,  dan  beberapa  faktor  lain.  Tapi bedanya tak kelewat besar.

2)   Kegiatan eksternal
Untuk   melangsungkan   kegiatan,   yang   bersifat   ‘tak   dapat   dibalik’ (irreversible)   seperti   berjalan,   duduk,   makan,   mandi,   bekerja, bermain dan sebagainya.
Besar  kalori  yang  dibutuhkan  orang  berbobot  45  kg  (100)  untuk melakukan kegiatan eksternal irreversible

Berjalan di jalan berbatu
–   3,2 km/jam (2 mil/jam)    68
–   4,8 km/jam (3 mil/jam)    135
–   6,4 km/jam (4 mil/jam)    240
–   makan                          20
–   Duduk diam                   20
–   Mengigil                        220

Dapat dibalik (revesible), yaitu memindahkan tubuh ke tempat yang lebih tinggi/rendah. Besar kalori yang dibutuhkan orang berbobot 45 kg (100 pon) untuk pindah setinggi 305 meter (1000 kaki) rata-rata 110 kalori.

3)   Specific Dynamic Action (SDA)
Antara  6  –  10  %  dari  kalori  makanan  yang  dilepaskan  oleh  tubuh selama metabolisme dalam bentuk panas.
b.   Komposisi Makanan

1)   Protein
Dibutuhkan dalam pembentukan sel-sel baru otot dan jaringan tubuh, untuk itu usus menguraikan protein menjadi beberapa asam animo.
–  Protein  hewani  :  mengandung  asam  amino  lengkap,  jenis  dan jumlahnya kurang lebih sama dengan yang dibutuhkan.
–  Protein Nabati : tidak lengkap, karena itu dalam penyusunan menu makanan  harus  ditambah  susu/keju.  Misal  kebutuhan  rata-rata  70 gram  per hari paling kurang ½-nya harus berupa protein.

Kebutuhan   protein/hari   tetap,   tidak   peduli   jenis   kegiatan   yang dilakukan,  mengetik,  memanjat  tebing,  sama  saja.  Kerja  berat  tidak mempercepat proses penggatian sel-sel tubuh.

Pemasokan harus merata sepanjang hari, bukan ditumpuk dalam sekali makan,  sebab  daya  serat  tubuh  terhadap  protein  terbatas.  Ampas, bersama dengan asam amino yang tak lengkap, tidak dapat disimpan sebagai protein melainkan langsung diubah menjadi bahan bakar, dan kalau tak habis disimpan sebagai lemak.

2)   Lemak
Terutama    untuk    menghasilkan    tenaga,    disamping    beberapa mengandung vitamin yang larut lemak. Kebutuhan; dianjurkan 20-25% kalori  yang  dibutuhkan  yang  dipasok  dalam  bentuk  lemak.  Sumber; lemak daging, mentega, keju, telur, kacang-kacangan.

3)   Karbohidrat
Kebutuhan  : dianjurkan  50  %  kalori  yang  dibutuhkan, tubuh  dipasok dalam  bentuk  karbohidrat,  sebab  sangat  mudah  dicerna  dan  diubah dalam  bentuk  tenaga.  Sumber  ;  segala  bentuk  gula  dan  serat  dalam bentuk  biji-bijian,  kacang-kacangan,  susu,  roti,  sayur,  buah,  permen. Hanya  gula  yang  langsung  diserap  tubuh,  karena  merupakan  pilihan untuk memasok tenaga secara cepat, misal : air gula baik buat orang yang baru siuman.

Usus manusia tidak dapat mencerna serat seperti pada sapi, ampasnya dibuang. Banyak orang mengalami gangguan pencernaan bila kurang makanan  berserat,  kelebihan  karbohidrat  dibuang,  tidak  disimpan sebagai lemak, terlalu banyak makan karbohidrat tidak menggemukan.

4)   Vitamin
Sebagai  katalisator  berbagai  proses  fisiologis  dan  reaksi  kimia  dalam tubuh. Ada dua jenis yang larut dalam air (C dan B complek) dan larut lemak (A, D, E, K).
Kebutuhan : kecil  tapi harus ada  asal komposisi  makanan  baik,  tidak perlu tambahan tablet vitamin dan sebagainya. Vitamin larut air tidak disimpan tubuh dalam jumlah banyak. Maka dalam ekspedisi yang agak panjang perlu disiap tablet vitamin ke dalam daftar menu. Bukan untuk mencegah beri-beri misalnya, sebab hanya kekurangan vitamin jangka panjang   yang   hanya   menimbulkan   avitaminosis   tapi   perlu   untuk menhindarkan  gangguan  seperti  radang  ringan  dan  tekanan mental. Tang bisa cukup mempengaruhi jalan ekspedisi.

5)   Mineral
Garam Ca, F, Na, Fe, Cu, CI, dan sebagainya. Salah satu elektrolit yang terpenting dalam tubuh kita adalah garam dapur atau NaCL, dikatakan bahwa  kebutuhan garam  setiap  orang  didaerah  sub-tropis  adalah  10 gram/24 jam, sedangkan didaerah tropis adalah 15 – 25 gram/24 jam tergantung   dari   aktivitasnya.   Belum  semua   diketahui   fungsinya. Kebutuhan;  cukup  dalam  menu  makanan  sehari-hari  yang  seimbang komposisi karbohidrat, protein lemak-nya. Sumber; daging, sayur dan buah.

6)   Air
Dalam keadaan normal kita tidak dapat hidup tanpa air. Karena tanpa makan, manusia masih dapat bertahan hidup selama beberapa minggu, tetapi tanpa air manusia akan mati dalam beberapa hari. Tragis, tetapi hampir 60% hingga 70% dari berat tubuh kita terdiri dari air dan setiap harinya  tubuh  mengeluarkan  air  dalam  jumlah cukup  banyak  sekitar 3-4 liter air terlebih jika berolah raga, dalam cuaca panas di dataran rendah air terkuras lewat keringat, di gunung air menguap lewat nafas.

Oleh karena itu, air yang telah hilang perlu diganti agar fungsinya yang vital  bagi  tubuh  dapat  berjalan  dengan  baik.  Di  bawah  ini  tabel komsumsi air yang harus kita minum setelah melakukan aktivitas.

JIKA KITA MELAKUKAN KITA KEHILANGAN
Fitnes selama 1 jam (membakar 492 kalori) 1 gelas air
Renang selama 45 menit (membakar 615 kalori) 1 1/3 gelas air
Softball dalam satu gem (membakar 615 kalori) 2 gelas air
Jogingg sejauh 8 km (membakar 492 kalori) 3 gelas air
Basketball selama 1 jam (membakar 820 kalori) 3 gelas air
Bersepeda selama 1 jam (membakar 820 kalori) 1,5 liter air
Lari maraton (membakar 3875 kalori) 3 liter air
Hiking dengan membawa beban berat selama 8 jam(membakar 3936 kalori) 6 liter air

Catatan : – Hasil ini tepat, jika kita melakukan dengan serius

– Gelas yang dipakai adalah gelas ukuran besar (0,8 liter)

Kita membutuhkan banyak air karena suhu tubuh manusia diatur oleh air  di  dalam  tubuh.  Proses  ini  terjadi  karena  setiap  1 gr air yang menguap akan menurunkan 1°  C suhu tubuh kita. Selain itu, seluruh reaksi kimia dalam tubuh memerlukan air sebagai medianya, sehingga tanpa air tak akan terjadi  proses pembentukan sel. Dengan air  juga membantu tubuh kita untuk  membuang  zat-zat sisa dalam tubuh, berdasarkan penelitian, air putih juga dapat memperkecil resiko serangan jantung, kanker, penyakit liver, dan pelbagai penyakit lain.

Tubuh manusia mengirimkan signal berbeda bila kadar air berkurang:

ƒ-   Orang yang kekurangan air dalam tubuh sebanyak dua persen akan menurunkan penampilannya, wajah menjadi kurang ceria dan pucat.
ƒ-   Kekurangan  tiga  persen  air  akan  membuat  kita  lemas  dan  tidak bergairah untuk melakukan aktivitas apapun.
ƒ-   Kehilangan  empat  persen  air  mengakibatkan  ketahanan  otot  akan menurun 30% dari total kemampuan optimal.
ƒ-   Kekurangan  lima  persen  akan  menyebabkan  fungsi  mental  akan tergangu, sehingga kita dapat mengigau.
-ƒ   Dan kehilangan 10-12% (serta bila signal di atas belum cukup untuk mengingatkan kita untuk segera mencari air) akan berakhir dengan kematian.

Hampir   seluruh   unsur   mineral   yang   dibutuhkan   oleh   tubuh   kita terkandung  dalam  air  putih,  itulah  sebabnya  air  putih  merupakan minuman  yang  paling  baik  dan  tidak  beresiko  dibanding  dengan minuman  beralkohol  atau  yang  mengandung  kafein,  seperti  teh,  kopi dan soft drink.

c.    Metabolisme
Mekanisme    pemanfaatan    makanan    oleh    tubuh    belum    seluruhnya terungkap  selain  tenaga  ada  hasil  lain  proses  pembakaran  makanan  dalam tubuh :
1)   air, Co2, dan asam laktat menimbulkan rasa letih dalam pekerjaan  yang berat dan panjang, istirahat memberikan kesempatan darah dan paru- paru membuang ketiganya serta memperbaharui cadangan oksigen dan bahan bakar.
2)   Panas.  Dihasilkan  dari  metabolisme  dasar,  SDA  + 70%  kalori  yang ditujukan untuk kegiatan eksternal (efisiensi tubuh hanya 30%) semua itu mempengaruhi suhu tubuh jika, kelebihan, dilepas lewat pengaupan keringat.  Sebaliknya  dalam  cuaca  dingin,  metabolisme  dasar  dan  SDA tidak    cukup    memberikan    panas    maka    tubuh    menggigil    untuk menggerakan eksternak yang menyetorkan panasnya.

d.   Pengkondisian
Dalam pendakian dan pemanjatan, tubuh hanya butuh tenaga dan air jadi teoritis  makanan  terbaik  adalah  gula  dan  air  untuk  satu  hari  kegiatan  protein dan  lemak  disisih  untuk  makanan  pagi  dan  malam  tapi  apapun  bentuknya makanan sebelum dan selama kegiatan tidak boleh kelewat banyak atau harus diikuti  istirahat  cukup  panjang,  sebab  darah  tidak  dapat  membagi  perhatian pada paru-paru dan perut sekaligus, berjalan cepat segera setelah makan besar akan   melemaskan   kaki   atau   sakit   perut.   Selama   kegiatan   berlangsung metabolisme  tubuh  makin  efisien,  darah  bergerak  cepat  mengalirkan  bahan bakar  dan  buangan.  cadangan  (glycogen)  bentuk  gula  yang  disimpan  dalam hati/otot  meningkat  juga  berubah  menjadi  tenaga  karena  itu  pemanasan sebelum memulai kegiatan tidak hanya perlu untuk peregangan otot.

Peningkatan-peningkatan tadi tidak begitu saja turun kembali pada waktu kegiatan  usai,  kerasnya  kegiatan  esok  hari  dipengaruhi  kegiatan  hari  ini  tapi juga  sangat  penting  keteraturan  menu  makanan  dan  istirahat  makan  tidak teratur dan ganti-ganti menu, dengan makanan asing akan mengacaukan reaksi kimia dalam tubuh dan menurunkan kemampuan fisik selama berjam-jam atau berhari-hari.

e.    Jadwal makan
Karbohidrat paling cepat dan efisien diubah menjadi tenaga, protein dan lemak lambat tapi lebih awet, kalorinya dilepaskan dalam waktu sedikit-sedikit dalam waktu yang panjang.

Karbohidrat harus dikomsumsi lebih sering. Dalam bentuk gula, misalnya coklat  batangan,  harus  sampai  8  kali  sehari.  Sebaliknya  sebutir  telur  waktu sarapan  baru terasa faedahnya menjelang makan siang. Makan pagi pendaki = “uang  muka”  makan  siang.  Seteguk  teh/susu  coklat,  semangkuk  kecil  bubur havermut yang hanya butuh air sedikit untuk membuatnya. Cepat selesai agar cepat berangkat saat sinar pertama menembus daun-daun hutan.

Makan  siang  mulai  segera  setelah  makan  pagi  sedikit-sedikit  coklat, permen, biskuit dan selai saat berhenti istirahat. Lebih baik memanfaatkan siang untuk  berjalan  atau  memanjat  daripada  demontrasi  masak-memasak..  Selai kacang (lemak) dalam makan siang menyisihkan tenaga untuk mendirikan tenda diujung senja.
Setelah  tenda  dibuka  kompor  menyala  kencang  waktu  cukup  banyak untuk memasak nasi, sup atau menu istimewa yang sengaja disediakan lengkap bahan-bahannya.  Jika  perlu  memasak  esok  siang,  keju  dalam  makan  siang memberikan tenaga waktu bangun pagi.

Walau jarang makan tubuh dapat menyesuaikan diri jika cukup protein, lemak dalam makanan. Pada orang dengan berat badan normal cadangan lemak cukup untuk bertahan beberapa hari bahkan untuk pekerjaan yang cukup berat, kurang makan sampai sebulan tidak akan membawa kerusakan dalam tubuh.

Pada hari-hari pertama beralih dari menu kota yang besar jumlahnya  ke menu  ekspedisi  yang  ringkas  tapi  tinggi  kalori,  wajar  selalu  lapar.  Makanan ringkas bukan untuk mengeyangkan perut, terlalu banyak dapat mengakibatkan kegemukan  bahkan  sakit.  Tapi  rasa  lapar  yang  berkepanjangan  juga  buruk secara psikologis. Makanan yang karbohidrat lenyap dari lambung dalam 1 – 2 jam saja, sedangkan protein dan lemak dapat menahan lapar sampai 6 – 7 jam.

f.    Efisiensi Makanan
Beban  seringkali  berlebihan  karena  membawa  makanan  lebih  dari  yang dibutuhkan untuk mencukupi tenaga. Lemak memberikan 9 kalori/gram, protein dan  karbohidrat  4  kalori/gram.  Kalau  dianggap  kebutuhan  sehari  4000  kalori, maka  cukup  makanan  karbohidrat  1  kg/hari,  relatif  ringan  dibanding  berat peralatan  pemanjatan misalnya.

Ada juga patokan : kebutuhan kalori/orang/hari cukup dipenuhi oleh 0,7 – 0,9  kg  bahan  makanan,  jika  semua  dalam  bentuk  dikeringkan  (dehydrated), seperti abon, dendeng, keju, kismis. Dengan ½ kg/hari seseorang bisa melewati kerja keras mendaki gunung.

Untuk perjalanan 2 minggu, tiap orang hanya perlu mengangkut 6,3 kg bahan  makanan.  Dengan  kemampuan  angkut  ransel  15-25  kg,  masih  tersisa cukup untuk tenda, kantung tidur, air 2 liter (= 2 kg) kompor dan bahan bakar.

Ditempat  yang  bersalju  air  bukan  persoalan,  seperti  juga  pada  banyak bagian hutan tropis. Tidak ada gunanya membawa-bawa air yang terkandung dalam  makanan,  pilih  makanan  yang  kecil  kadar  airnya.  Di  gunung-gunung kering di Indonesia bagian timur, kita harus membawa air 2-4 liter air/hari (=2 – 4 kg). Apabila berencana jalan 2 hari tanpa ketemu sumber air, minimal harus bawa  4  kg  air.  Berkemah  beberapa  hari  jauh  dari  sumber  air  harus  bawa  5 liter/orang. Jika ditambah tenda, kompor, makanan, pakaian dan kantong tidur, berat ransel bisa-bisa 30 kg.

Artinya nasi tidak cocok untuk kegiatan mendaki. Air yang dibutuhkan jadi terlalu banyak. Dan jadinya tidak berbentuk cair lagi, tidak menhilangkan rasa haus  karena  dehidrasi.  Lagipula  memasak  diketinggian  2.500  m  atau  lebih, lamanya  2,7  x  memasak  di  Jakarta.  Artinya  harus  bawa  bahan  bakar  lebih banyak. Jadi ransel lebih berat lagi.

Masukan lemak ke menu makanan dalam perjalanan panjang. Satu gram lemak murni memberikan kalori lebih dari 2 gram karbohidrat. Batas lemak yang masih aman adalah 25% dari jumlah kalori makanan.

g.   Psikologis
Untuk mehilangkan ketidaknyamanan makan dalam ekspedisi, lebih baik makan semirip mungkin dengan cara makan sehari-hari. Dan bukan rahasia lagi banyak pendaki kita bahkan tak bisa makan tanpa nasi plus kecap/sambal.

Kejenuhan  akibat  2-3  hari  mendekam  dalam  tenda  karena  terkurung badai bisa sirna, tak hanya karena menghadapi semangkuk sup yang mengepul harum, tapi juga oleh kegiatan menyiapkannya.
Perencanaan  selingan  dalam  hal  makanan  tak  kalah  penting  dengan pemilihan jalur, banyak yang mengeluh tuli kalau terlalu banyak makan supermi

tanpa selingan, adalah ide bagus membawa sedikit rendang misalnya, bahkan
dalam  ekpedisi  yang  hanya  seminggu  pun,  kemewahan  kecil  yang  dapat membawa arti cukup. Ini bukti nyata bahwa makan bukan sekedar bahan bakar yang mendorong tubuh pendaki ke puncak-puncak sulit.

3.  Jenis dan Lama Ekspedisi

a.   Perjalanan Akhir Pekan
Dalam perjalan 2-3 hari, berat makanan tak perlu jadi masalah. Biasanya masih dalam batas ringan, walaupun kita bawa makanan yang aneh-aneh dalam kaleng   sekalipun,   pengemasan   ;   bahkan   untuk   perjalanan   sependek   ini pengelompokan  makanan  yang  sistematis  akan  mengurangi  pekerjaan  konyol mencari-cari kecap dalam dingin, deru angin dan hujan misalnya.

b.   Perjalanan Panjang, Semi Ekspedisi
Maksimal 2 minggu, yaitu dikaitkan dengan batas berat makanan normal yang  mampu  di  panggul  rata-rata  orang  dewasa  lebih  lama  dari  itu  butuh pengangkut  barang  serta  pengemasan  khusus,  atau  menggunakan  makanan kalori tinggi yang ringan.

Pengemasan   :   sebaiknya   tiap   orang   membawa   makanan   dengan komposisi lengkap, misal yang satu hanya membawa beras, yang lainnya hanya lauk, lainnya lagi air, maksudnya agar jika terpisah dari rombongan tetap bisa makan.

c.    Ekspedisi
Perjalanan  lebih  lama,  makanan  yang  harus    dibawa  lebih  banyak. Merencanakan   menu   secara   rinci   dengan   mengundang   pendapat   seluruh anggota  pendakian  akan  memperingan  perjalanan  ke  gunung.  Siapa  tahu diantara anggota ada yang anti ayam. Pengemasan yang sistematis mengurangi pekerjaan berat mencari kecap dalam suhu rendah, deru angin dan curah hujan, misalnya.

d.   Memasak
Tata  cara  memasak  serta  peralatannya  di  alam  terbuka  agak  berbeda dengan  tata  cara  memasak  sehari-hari  di  rumah,  untuk  keperluan  tersebut diatas  kita  dapat  berlatih  di  rumah  sebelum  melakukannya  di  alam  terbuka, peralatan  yang  dipergunakan  mungkin  lebih  sederhana  dibanding  dengan
peralatan masak yang bisa ditemui dirumah.

Memasak makanan dialam terbuka biasanya dihadapkan dengan kondisi cuaca pada saat itu, akan tetapi hal tersebut dapat dilakukan didalam sebuah tenda  khusus  masak  atau  bila  tenda  masak  tidak  tersedia  kita  melakukannya didalam  tenda  tempat  kita  tidur.  Peralatan  memasak  adalah sebagai  berikut ; Misting, Velples, Panci, dll.

Ada  beberapa  hal  yang  harus  diperhatikan  dalam  aktivitas  memasak antara lain sebagai berikut :
  Siapkan kompor untuk memasak
  Siapkan  bahan  makanan  dan  minuman  yang  akan  dimasak,  sediakan/mencari air sebelum kompor dinyalakan
  Apabila  kompor  mempergunakan  bahan  bakar  yang  mudah  terbakar, pengisian ulangnya dilakukan diluar tenda
  Posisi  kompor  harus  dekat  dengan  pintu  keluar  tenda  sehingga  mudah dikeluarkan apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan hal tersebut memberikan ventilasi yang baik untuk proses pembakaran kompor
  Ikat dengan baik pintu tenda agar tidak jatuh mengenai kompor
  Seluruh  proses  aktivitas  memasak  dilakukan  dengan  hati-hati  dan  tidak terburu-buru
  Yang harus selalu diingat apabila memasak didalam tenda, bahwa bahan tenda  mudah  terbakar,  pastikan  seluruh  proses  tata  cara  memasak termasuk penyimpanan kompor didalam tenda dilakukan dengan benar.
  Apabila  cuaca  memungkinkan  (tidak  berangin)  aktivitas  memasak  dapat dilakukan diluar tenda.

Memasak   diluar   tenda   hambatan   cuaca   berangin   akan   mengurangi efektivitas   hampir   semua   jenis   kompor   masak,   terkecuali   kompor   yang mempergunakan  bahan  bakar  gas.  Untuk  menanggulangi  hal  tersebut  dapat dibuat pelindung dari batu atau menggali tanah dengan kedalaman tertentu.

STOVES & FIRE

Maksudnya adalah kompor masak praktis dan perapian untuk memasak di alam terbuka khususnya dalam kegiatan berkemah.

Kompor adalah sahabat dekat dalam kegiatan bertualang di alam terbuka, kompor  untuk  memasak  harus  praktis,  mudah  dibawa  dan  mempergunakan bahan bakar   yang   ramah   lingkungan,   berbagai   jenis   kompor   umumnya dibedakan  dari  bahan  bakarnya  diantaranya  kompor  yang  mempergunakan bahan  bakar gas  alam  cair,  minyak  tanah,  bensin,  spirtus.  Di  Amerika    dan Eropa dikenal dengan White Gas yaitu bensin khusus untuk kompor yang tidak menghasilkan residu  pembakaran  yang  sering  memampetkan  saluran  bahan bakar  di  kompor.  Di  Indonesia  dikenal  pula  Wash  Benzine  (yang  dijual  di apotek untuk mencuci alat-alat kedokteran)

Penggunaan kompor di Alam Terbuka tidak besar akibatnya, emisi CO dari kompor  kadarnya  kecil  sehingga  dapat  diserap  oleh  alam.  Namun,  tidak  ada salahnya  jika  kita  mencari  bahan  bahan  bakar  yang  lebih  efektif  dan  efisien, paling murah dan cepat untuk mematangkan air, hemat energi dan biaya, juga cinta lingkungan.

Kompor  yang  mempergunakan  bahan  bakar  gas  termasuk  yang  ramah lingkungan  tetapi  harganya  relative  mahal,  kompor  gas  mini  hanya  dapat dipergunakan  untuk  kurang  lebih  satu  setengah  jam,  sesudah  itu  kita  harus mengganti tabung gas baru dengan demikian kurang ekonomis.

Kompor  yang  mempergunakan  bahan  bakar  parafin  relatif  lebih  murah dan praktis dibanding dengan kompor gas mini, bahan bakar parafin yang ada di pasaran sekarang sudah berbentuk padat dan mudah untuk mencarinya. Cara mempergunakan  kompor  parafin  juga  relatif  lebih  mudah  kita  hanya  tinggal membakar  tablet  parafin  dengan  korek  api,  kompor  ini  juga  cukup  tahan terhadap tiupan angin.

Kompor pompa dengan bahan bakar minyak tanah, bensin atau kompor gas  cair  dapat  memasak  makanan  dalam  jumlah  normal.  Kompor  bensin beratnya  kurang  lebih  setengah  kilogram  dalam  keadaan  kosong.  Dalam  satu jam  dapat  menghabiskan  kurang  lebih  setengah  liter  bahan  bakar.  Air  yang jumlahnya  1  liter  dapat  mendidih  dalam  waktu  10  menit.  Kompor  ini  harus dipanasi terlebih dahulu sebelum berfungsi optimal. Kompor minyak tanah harus dipompa untuk meningkatkan tekanan, panas yang dihasilkan per berat bahan bakar  sama  dengan  kompor  bensin.  Umumnya  kompor  minyak  tanah  lebih berat,  sedangkan  kompor  gas  sebanding  dalam  segala  hal  dengan  kompor bensin,   baik   berat   maupun   kemampuanya.   Namun   perlu   diingat   bahwa sebenarnya   kurang disarankan   penggunaan   bahan   bakar   kompor   yang mempergunakan  minyak  bumi  seperti  bensin,  minyak  tanah,  terutama  bagi anak-anak,  karena  bahan  bakar  tersebut  mudah  terbakar  serta  memerlukan tempat yang kurang praktis.

Terdapat banyak pilihan jenis kompor praktis ini, diantaranya dikenal oleh para   petualang   di   Alam   Terbuka   adalah   ‘Trangia’,   bahan   bakar   yang dipergunakan oleh kompor ini adalah sejenis spirtus yang mudah didapat dan harganya  pun  murah,  tetapi  harga  peralatannya  cukup  mahal.  Bahan  bakar yang lebih kecil polusinya adalah spirtus kemudian gas alam cair, parafin premix dan  minyak  tanah.  Diantara  itu  semua  hanya  spirtus  yang  dihasilkan  dari sumber  daya  alam  yang  dapat  diperbaharui,  yaitu dari  tumbuhan.  Sedangkan yang  lain,  bersal  dari  fosil  yang  akan  habis  persediaannya  di  bumi.  Proses pembuatannya pun banyak menimbulkan polusi. Pemilihan kompor bergantung kepada kemampuan, selera dan kebutuhan kita.

Musuh utama kompor adalah angin, melindungi kompor dari angin akan mempercepat  pemanasan  dan  menghemat  energi.  Maka  dari  itu,  kita  harus dapat mencari tempat untuk kompor yang terhindar dari angin. Dengan begitu, kita dapat mengunakan kompor dengan leluasa tanpa ada hambatan sedikitpun.

Sebaiknya kita harus mengenali kompor sebelum pergi ke Alam Terbuka. Kita   harus   dapat   mengenali   kelebihan   dan   kekurangannya   agar   mudah menanggulangi  jika  terjadi  masalah  yang  di alam  nanti.  Kompor  yang  kita pelihara dengan baik akan menjadi sahabat setia selama puluhan tahun.

Jenis

Kompor

Gas

Parafin Trangia TrangiaLokal MSR Optimus
Bahan Bakar Gas alam cair (LPG) Parafin Spirtus Spirtus WashBenzine Premix
Kecepatan didih(per ½ liter air) 5 menit

7 menit 10 menit 19 menit 5 menit
Berat kompor(graam) 260

1200 245 305 445
Kemudahanmendapakan kompor Mudah Mudah

Berat bahan bakar net 190 gr

1000 gr 1000 gr 1000 gr 1000 gr
Kemudahandapat bahan baker Susah Mudah Sangat mudah Sangat mudah Mudah Mudah

Jenis

Kompor

Gas

Parafin Trangia TrangiaLokal MSR Optimus
Polusi udara Kecil Sedang Sedang Sedang Besar Besar
Lama pembakaran 160 menit/tabung 20 menit/tablet 54 menit

44 menit

Alternatif  lain  untuk  memasak  selain  mempergunakan  kompor  yaitu membuat  perapian,  bahan-bahannya  berasal  dari  lingkungan  tempat  dimana kita  sedang  berkemah,  misalnya  ranting,  dedaunan  kering,  biji  pohon  pinus, kayu bakar, dll.

Istilah  umum  yang  kita  kenal  dalam  bahasa  Inggris  adalah  camp  fire atau  dalam  bahasa  Indonesia  secara  harfiah  adalah  api  unggun.  Api  unggun dapat  dibuat  dengan  cara  menumpukan  kayu  bakar  kering  dengan  pemicu apinya  serpihan  kayu  yang  kita  serut,  atau  pemicunya  bisa  juga  dengan mempergunakan ranting kering, biji pohon pinus.


TENTS & SHELTER CONSTRUCTION

Fungsi  tenda  dan  shelter  adalah  seperti  lapisan  luar  pada  baju  kita, memberikan perlindungan dari cuaca   panas, hujan dan angin. Yang dimaksud dengan  shelter  disini  adalah  tempat  perlindungan  sementara  kita  sebelum sampai  ke  lokasi  perkemahan,  atau  dalam  perjalanan  diluar  perkiraan  terjadi perubahan  cuaca  dari  tadinya  cerah  menjadi  hujan  maka  dengan  adanya perubahan tersebut kita memerlukan tempat berlindung. Shelter sifatnya tidak permanen  dan  beberapa  bagianya  terbuka,  sehingga  angin,  perubahan  suhu yang cepat tidak dapat kita redam dengan baik.

Jadi ada sedikit perbedaaan antara tenda dan shelter perbedaanya adalah pada tingkat perlindungan yang didapatkan, tenda dapat melindungi kita secara menyeluruh   dari   kondisi   dan   perubahan   cuaca   sedangkan   shelter   hanya sebagian  saja,  misalnya  shelter  hanya  melindungi  kita  hanya  dari  panas  terik matahari  saja  tapi  dari  terpaan  angin  tidak.  Tenda  modern  mempunyai  dua lapisan yang berfungsi sebagai penahan air dan penguapan.

Bagian luar atau Flysheet adalah bagian yang kedap air sedangkan bagian dalam tembus air dan dapat mengeluarkan uap air.

Pada saat pemilihan tenda hal-hal yang disarankan adalah :
    Bahan luar kedap air, sedangkan bahan dalam dapat tidak kedap air.
    Ringan dan mudah dikemas
    Memiliki ventilasi
    Daya tampung tenda cukup memadai minimal dapat menampung orang dan perlengkapannya
    Mempunyai pintu keluar yang mudah dibuka dan tutup.

Dikarenakan bentuk, ukuran dan jenis bahan tenda berbeda, maka yang perlu  diperhatikan  dalam  pemilihannya  harus  disesuaikan  dengan  kondisi  dan kebutuhan dengan tetap mengindahkan hal-hal diatas.

Pada intinya antara tenda dan shelter mempunyai fungsi yang sama yaitu tempat berlindung, keduanya dapat dibuat dengan menggunakan bahan-bahan alami maupun modern buatan pabrik.

PITCHING TENTS

Mendirikan  tenda  idealnya  dilakukan  pada  saat  cuaca  cerah,  hal  ini memberikan kenyamanan dan keleluasaan kita dalam mendirikan tenda. Apabila ternyata cuaca terlihat akan hujan maka segeralah dirikan tenda agar kita dapat berteduh dan terlindung dari air hujan.

Yang perlu diperhatikan dalam  pendirian tenda adalah :
  Pasang  tenda  membelakangi  arah  angin/melawan  arah  angin  (down wind)
  Pasak tenda sebelum memasang tiang dan tali
  Tegakan   tenda   pada   bagian   yang  membelakangi   arah  angin,   baru kemudian tegakan bagian lainnya.
  Pasang  tali  penegang  lainnya.  Usahakan  tenda  tidak  berkerut,  karena akan   mengurangi   kecepatan   air   turun.   Dan   jika   dibiarkan   dapat menampung air pada waktu hujan.

Tempat  yang  ideal  untuk  dijadikan  tapak  perkemahan  adalah  tempat yang  memungkinkan  kita  mendirikan  perlindungan  dari  hembusan  angin  yang kuat.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemilihan lokasi tapak perkemahan :
  Pilihlah   tempat   sedapat   mungkin   datar,   bebas   dari   tanah   yang bergelombang, dan bekas tunggul kayu, usahakan tempat tersebut kering terlindung dari kemungkinan banjir (tidak memilih tempat pada jalur air di pegunungan).
  Pilih  tempat  yang  relatif  dekat  dengan  sumber  air  (mata  air),  tentunya pilih tempat yang bebas dari kemungkinan ancaman banjir dan longsor.
  Upayakan  untuk  tidak  terlalu  dekat  dengan  pepohonan  karena  gesekan dedaunannya apabila terkena angin akan menimbulkan suara yang cukup berisik sehingga   dapat   mengganggu   kenyamanan   tidur   kita,   juga menghindari dari kemungkinan tertimpa dahan pohon yang cukup besar atau pohon yang tumbang.
  Pada suhu dingin hindari memasang tenda pada cerukan. Karna cerukan akan   menampung   udara   dingin   pada   malam   hari   sehingga   daerah tersebut akan lebih dingin dibanding dengan yang lainnya.
  Jika  tapak  perkemahan  berada  didalam  suatu  lokasi  yang  diperuntukan untuk  kegiatan  berkemah  seperti  bumi  perkemahan,  upayakan  lokasi tapak perkemahan  tidak  jauh  dari  shleter  terdekat  hal  ini  memudahkan dan  mempercepat  pergerakan  perpindahan  jika  terjadi  hujan  lebat, karena curahan  air hujan yang  lebat akan  cepat  membasahi alas  tenda (flysheet).
  Upayakan  lokasi  perkemahan  bukan  jalur  masuk  atau  lintasan  hewan, misalnya  bukan  padang  rumput  tempat  menggembala  kerbau,  hal  ini penting karena  hewan  tersebut  akan  merusak  tenda  dan  mungkin memakan persediaan makanan kita.
  Berikan gambaran kepada anggota regu anda tentang situasi dan kondisi yang   akan   dihadapi   di   lokasi   perkemahan   terutama   pengetahuan terhadap  hal-hal   yang   boleh   dilakukan   maupun   yang   tidak   boleh dilakukan selama berada di dalam lokasi perkemahan.
  Usahakan   meninggalkan   tempat   berkemah   seperti   pada   saat   anda datang,   tidak   meninggalkan   sampah   yang   berserakan   dan   yang terpenting tidak melakukan perusakan alam sekitar lokasi perkemahan.

WARMTH & COMFORT

Yang dimaksud dengan warmth dan comforth disini adalah secara garis besar  adalah  bagaimana  kita  bisa  berkegiatan  di  alam  terbuka  dapat  tidur dengan hangat  dan  nyaman,  karena  biasanya  tanah  tempat  tidur  menyerap panas  tubuh  kita  oleh  karena  itu  kita  harus  mempunyai  alas  tidur  tambahan selain alas yang sudah ada pada tenda.

Suhu  lingkungan  sangat  mempengaruhi  daya  tahan  tubuh  karena  itu perlu   persiapan   yang   sesuai  untuk  suatu   tempat   dengan  suhu   tertentu. Seringkali   suhu   dingin   menyebabkan   kematian,   dan   suhu   panas   dapat menyebabkan  kejang  panas  dan  kadang-kadang  juga  kematian.  Tubuh  kita akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan suhu panas daripada suhu dingin.

Proses  aklimatisasi  dalam suhu  panas biasanya berlangsung lebih cepat dan  dapat  diatasi  dengan  memakai  pakaian  yang  tipis,  menyerap  keringat, berwarna cerah, memakai pelindung panas matahari, minum banyak, menjaga supaya kebutuhan air dan garam tetap seimbang.

Terhadap suhu dingin tubuh lebih sukar untuk menyesuaikan diri, karena dengan  suhu  lingkungan  yang  rendah  mengakibatkan  pelepasan  kalori  untuk menjaga suhu tetap normal. Pakaian sangat menentukan dalam mengatasi suhu dingin.  Selain  pakaian,  maka  makanan  sangat  berperan  dalam  keadaan  suhu lingkungan yang rendah.

Beberapa hal yang harus kita perhatikan untuk memperoleh kehangatan dan kenyamanan tidur di alam terbuka adalah sebagai berikut :
1.  Pada  cuaca  pegununungan  terutama  pada  musim  penghujan/dingin, faktor  penahanan  terhadap  penyerapan  panas  tubuh  oleh  tanah  yang dingin adalah  hal  terpenting.  Tenda  yang  dipergunakan  disyaratkan mempunyai alas untuk meredam hal tersebut diatas, namun untuk lebih memberikan  kehangatan sempurna  perlu  ditambahkan  alas  tambahan berupa matras ataupun rerumputan untuk dapat menambah rasa hangat dan  kenyamanan.  Hal  terpenting  dari semua  hal  diatas  adalah  apabila akan   tidur   harus   mempergunakan   alas   dan   kantong   tidur,   jangan langsung tidur di atas tanah tanpa alas.
2.  Tidur  akan  lebih  nyaman  jika  posisi  kepala  kita  berada  diatas  bagian tanah yang agak miring.
3.  Kantong yang terbuat dari bahan polytehne/plastik sangat berguna untuk menyimpan  berbagai  macam  perlengkapan  seperti  baju  dan  peralatan lainnya agar tetap kering.
4.  Sepatu sedapat mungkin kita tempatkan tidak dibagian dalam tenda, bila pakaian  kita  basah  sedapat  mungkin  dibuka  terlebih  dahulu  sebelum memasuki tenda, jika ternyata pakaian yang basah tersebut membasahi seluruh tubuh kita sebaiknya buka seluruh pakaian yang basah, lalu ganti dengan  pakaian  yang  kering dan  agar  suhu  tubuh  kita  tetap  hangat pergunakan  kantong  tidur,  dan  minumlah  minuman  yang  hangat  yang manis seperti kopi atau susu coklat.
5.  Simpanlah makanan kaleng, pakaian yang basah, tali dan barang-barang lainnya di tempat yang mudah terjangkau.
6.  Jangan  memakai  kantong  tidur  tertalu  menutupi  seluruh  tubuh  kita, karena sirkulasi udara didalam kantong tidur kita menjadi kurang baik dan menghambat kecepatan kita bergerak apabila terjadi hal-hal yang sifatnya darurat.
7.  Jangan    mempergunakan    pakaian    yang    lembab    jika    kita    akan mempergunakan kantong tidur. Jika cuaca cerah segera seluruh pakaian atau peralatan lain yang basah dijemur.
8.  Kertas koran bekas dapat dipergunakan untuk berbagai keperluan, untuk menambah alas tenda/tidur, untuk membersihkan beberapa perlengkapan, untuk membungkus persediaan makanan, untuk membungkus cadangan sepatu, dan lain-lain.
9.  Beberapa   alat   tambahan   untuk   menambah   kenyamanan   perjalanan adalah sebagai berikut tissue gulung, kaos kaki cadangan untuk tidur, dan lain–lain.

Sleeping   Bag adalah   kantung   atau   tempat   tidur   yang   fungsinya melindungi  dan  mempertahankan  suhu  tubuh  kita  selama  kita  tidur,  fungsi lainnya adalah untuk menjaga agar tubuh kita tidak langsung menyentuh tanah sehingga udara dingin dapat menyerap panas tubuh kita.

Jenis,  bahan  dan  bentuk  kantung  tidur  bermacam-macam  bergantung kepada peruntukkan dan kebutuhannya, sarung bisa juga kita jadikan sleeping bag  (kantong  tidur)  karena  mempunyai  beberapa  kesamaan  fungsi  dengan kantung tidur buatan pabrik.

Sleeping Bag (kantung tidur) bergantung pula kepada selera si pemakai dan  kemampuan  daya  belinya,  yang  penting  dengan  menggunakan  kantung tidur kita dapat beristirahat dan tidur dengan nyaman.

Bentuk Sleeping Bag (kantong tidur) :

  Kepompong, jenis ini biasanya menutup seluruh anggota tubuh kita mulai dari kepala sampai dengan kaki.
  Sleeping bag yang hanya melindungi  badan sampai dengan  leher,  untuk  jenis  ini diupayakan diberikan tambahan topi, kupluk sebagai pelindung kepala dari penguapan panas tubuh.

Adapun  hal–hal  yang  harus  diperhatikan  untuk  sleeping  bag  ini  adalah sesuai  dengan  keadaan  lokasi  kegiatan,  mempunyai  resleting  supaya  mudah bergerak   cepat   dalam   kondisi   memaksa,   tahan   air,   dapat   menjaga   dan mempertahankan  stabilitas  panas  tubuh,  dapat  mengeluarkan  uap  air  yang terjadi  karena  penguapan  akibat  suhu  tubuh  serta  mudah  dan  ringkas  untuk dibawa.

Matras, agar kita  dapat tidur lebih nyaman lagi disamping menggunakan  kantung  tidur  sebaiknya pergunakan alas tambahan sehingga sleeping bag tidak langsung menyentuh  tanah  atau  dasar  tenda, alas tambahan dimaksud adalah matras, pada umumnya matras terbuat dari bahan sponge yang kedap  air sehingga dapat menjaga suhu tubuh tetap stabil.

Secara  garis  besar  kesimpulan  yang  dapat  kita  ambil  dalam  bagian  ini adalah bahwa kita harus nyaman dan hangat bila tidur, nyaman dan enak bila kita makan, leluasa dan nyaman dalam perjalanan.

LEAVE – NO – TRACE

Pengertian  Leave  –  No  –  Trace  adalah  tata  cara  penanganan  sampah selama   dan   setelah   kegiatan   berlangsung,   agar   lingkungan   tempat   kita berkegiatan tidak terpolusi, tercemar dan tetap lestari.

Penanganan   sampah   yang   dibakar   maupun   ditimbun   sudah   tidak disarankan   lagi,   Penumpukan   (akumulasi)   dari   penimbunan   sampah   dan pembakaran akan menimbulkan dampak yang cukup serius terhadap perusakan lingkungan  hidup  disekitar  tapak  perkemahan.  Mulai  dari  sekarang  kita  harus berketetapan dalam rangka melestarikan lingkungan hidup salah satu upayanya adalah   dengan   tidak   membuang   sampah   sembarangan   di   lokasi   tapak perkemahan dan atau pegunungan, sampah kita buang pada tempatnya serta apabila  memungkinkan  sampah  tersebut  kita  bawa  turun  dari  lokasi  tapak perkemahan dan atau pegunungan dan dibuang ditempat pembuangan sampah.

Ada  baiknya  kita  mengenal  jenis  sampah  agar  dalam  pembuangannya tidak sembarangan. Sampah pada dasarnya dibagi dalam beberapa jenis, dapat dilihat sebagai berikut :
  Sampah organik, adalah sampah yang dapat diurai oleh zat renik tanah dan  dapat  membantu  menggemburkan  tanah,  contoh  sampah  yang terbuat dari bahan alami seperti daun pembungkus nasi, kotoran (tinja) manusia yang ditimbun, dll
  Sampah  anorganik,  jenis  sampah  ini  tidak  dapat  diurai  oleh  zat  renik tanah dan mengakibatkan tanah terpolusi, contoh sampah jenis ini adalah bahan-bahan  yang  terbuat  dari  plastik  atau  zat  kimia  lainnya  dan biasanya sifat zatnya tidak hilang.
  Sampah  basah/cair  dan  sampah  kering  atau  padat.  Contoh  sampah basah/cair  adalah  air  bekas  mencuci  peralatan  makan,  contoh  sampah kering atau padat adalah kaleng bekas minuman, sisa makanan, dll.

Penanganan  sampah  seperti  disebut  diatas  berbeda  bergantung  kepada jenisnya, sampah  organik  dan  anorganik  sebaiknya dipisahkan  terlebih  dahulu sebelum dibuang.

Sampah organik dapat kita buang dengan cara membuat lubang dengan kedalaman tertentu dan ditimbun, sampah anorganik dikumpulkan dalam satu wadah  misalnya  kantong  plastik  yang  diikat  ujungnya  lalu  dibuang  ketempat pembuangan sampah.

Beberapa  sampah  dapat  dibakar  terutama  sampah  yang  habis  terbakar seperti  kertas,  sedangkan  sampah  plastik  dan  kaleng  sebaiknya  tidak  dibakar karena  sifat  zatnya  tidak  berubah,  sampah/limbah  cair  dapat  dibuang  dengan cara  menggali  lubang  yang  lokasinya  jauh  dari  tapak  perkemahan  maupun sumber air.
Kantong/tempat  sampah  yang  terbuat  dari  barang  pecah  belah  tidak disarankan, pergunakan kantong plastik atau tempat sampah yang terbuat dari bahan  aluminium  sangat  disarankan,  karena  memudahkan  untuk  membawa atau memindahkannya.
  Pastikan  mempergunakan  bahan  bakar  untuk  memasak  atau  untuk keperluan  lainnya  sesuai  dengan  peruntukannya,  anak-anak  disarankan untuk mempergunakan  kompor  yang  mempergunakan  bahan  bakar parafin saja.
  Membuat api di sembarangan tempat, matikan api sampai tak ada yang masih menyala.
  Memakai obor sebagai alat penerangan, sebaiknya menggunakan lampu bateray.
  Buat  perlindungan  dari  hewan/bintang  yang  mungkin  masuk  keareal tapak perkemahan.
  Pastikan  semua  perlengkapan,  jadwal  acara  kegiatan,  jumlah  personil yang terlibat tercatat dan secara berkala diadakan pengecekan ulang.
  Memberikan pengetahuan dan peringatan kepada anggota regu terhadap apa-apa  yang  boleh  dan  yang  tidak  boleh  dilakukan  selama  dalam perjalanan, di dalam tapak perkemahan sampai kembali pulang ke rumah.

CHECKLIST and REPORT

Yang  dimaksud  dengan  checklist  didalam  kegiatan  berkemah  adalah daftar kelengkapan dan perlengkapan perorangan maupun regu
Biasakanlah  membuat  daftar  perlengkapan  (Checklist)  sebagai  usaha mengecek   sekurang-kurang   yang   mungkin   ada,   setiap   orang   mungkin mempunyai perlengkapan  yang  berbeda,  tetapi  fungsinya  bisa  sama.

Dengan terbiasa kita membuat checklist atau daftar perlengkapan atau peralatan ekspedisi artinya membiasakan diri untuk selalu siap dan sedia segala sesuatunya dalam    rangka    menghadapi    suatu    aktivitas,    serta    terbiasa mempersiapkan diri/regu disesuaikan dengan berbagai  jenis aktivitasnya.

Yang dimaksud dengan report adalah pelaporan perjalanan/perkemahan yang  dibuat  secara  deskriptif  yang  memuat  segala  sesuatu  hal  yang  ada kaitannya dengan   kegiatan   perjalanan   atau   berkemah,   misalnya;   laporan persiapan, pelaksanaan, kondisi perjalanan/perkemahan, dll.

Dalam   Pelaporan   perjalanan/perkemahan   akurasi  pelaporan   haruslah diutamakan, pendukungnya antara lain :
a.   Data Tertulis
  Catatan kecil (notes) selama perjalanan
  Bagan/tabel penguat data
  Peta
  Dan keterangan lain yang dianggap perlu

b.   Visual & Audio Visual
  Foto atau sketsa perjalanan
  Handycam, untuk merekam agenda yang dianggap   mempunyai “bobot”
penting selama acara berlangsung.

Dari  sini  kemudian  kedua  pendukung  tersebut  dapat  diolah  sedemikian rupa  sehingga  dapat  dengan  mudah  dimengerti  dan  dipelajari  oleh  yang berkepentingan.

PENUTUP

Pada   dasarnya   kegiatan   ekspedisi   akan   menimbulkan   kesan   yang mendalam   kepada    kita,   akan   memberikan    pendidikan    praktis   tentang; kedisiplinan, kerja sama, saling menghormati antar individu, membiasakan diri untuk  selalu  waspada,  membiasakan  untuk  selalu  mengecek  segala  hal,  dan yang  terpenting  dapat  memelihara,  menjaga  serta  melestarikan  lingkungan hidupnya.

Persiapan,  perlengkapan,  pembekalan,  pengetahuan,  keterampilan  fisik dan  mental  adalah  usaha  untuk  mencegah  kemungkinan  terjadi  kecelakaan pada saat berkegiatan di alam terbuka.

Nasib  ada  di  tangan  Tuhan  namun  demikian  kita  sebaiknya  berusaha untuk menguasai pengetahuan dan keterampilan Teknik Hidup di Alam Terbuka agar kita tidak menjadi korban sia-sia.

 
Leave a comment

Posted by on Wednesday, January 2, 2013 in Survival, Teknik Kepramukaan

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: